Minggu, 21 Oktober 2012



S
Text Box: Judul  :  DIMENSI SAINS AL-QUR’AN  Menggali Ilmu Pengetahuan dari Al-Qur’an
Penulis  :  Prof. Dr. Ahmad  Fuad Pasya
Penerbit  : Tiga Serangkai
Cetakan  : kedua,2006
Tebal  : 298
Peresensi : Ahmadi, AR*
emakin tinggi peradaban manusia, maka semakin tinggi pula cara pandang dan berfikir dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah satunya adalah bagaimana manusia berfikir untuk menemukan seluruh aspek kehidupan yang ada di dunia ini.

Islam merupakan agama penyempurna dari berbagai agama yang diturunkan Sang Khalik untuk hambanya, sebagai system yang rabbani dan komprehensif serta membawa kebahagiaan umat manusia di dunia dan di akhirat. banyak memiliki keaneka ragaman ilmu pengetahuan yang bisa dimanfaatkan oleh manusia dalam menjalankan roda kehidupannya, baik yang bertalian dengan hubungan dengan penciptanya ( gharizatu tadayun), hubungan semasa makhluk (kimah insaniyah/ gharizatu nau’)  dan hubungan dengan lingkungannya. Dan telah banyak dilakukan studi yang menyoroti sisi kemukjizatan Al-Qur’an, antara lain dari segi sains yang pada era ilmu dan teknologi ini banyak mendapat perhatian dari kalangan ilmuwan.
Bermula dari kesempurnaan yang dikandung dalam Islam dan Al-qur’an sebagai pedomannya, maka banyak bermunculan para peneliti, pemikir, dan bahkan pengkaji Islam (Bidang Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Moral, Sains, Kesehatan, kepemimpinan, membuat tafsir, pengklasifikasian ayat Al-qur’an menurut pokok bahasan yang dilakukan oleh Mohtar Na’im dll. Perse ).
Buku berjudul “Dimensi Sains Al-Qur’an menggali Ilmu dari Al-Qur’an” yang diterbitkan Tiga Serangkai Solo berusaha menguak “tabir” kebuntuan pemahaman tentang Al-Qur’an yang selama ini kita mungkin hanya membaca dan masih belum mencapai memahami. Dengan beredarnya buku ini dirasa sangat cocok untuk membangkitkan semangat keislaman dan semangat qur’ani bagi generasi Islam sehingga di era global ini kita tidak memiliki pemahaman yang jauh dari Rabbani.
Buku ini membahas mulai dari ilmu pengetahuan dan Iman yang merupakan pangkal pengesaan makhluk kepada Sang Khalik, sebagai contoh seseorang yang melakukan penelitian dibidang sains, khususnya tentang ilmu-ilmu kosmos, akan tetap sebagai peneliti dan tidak meningkat menjadi ‘alim (orang yang berilmu), kecuali jika tercapai apa yang difirmankan Allah, ….Dan agar orang-orang yang diberi ilmu menyakini bahwa Al-Qur’an adalah dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Sesungguhnya Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman ke jalan yang lurus…(al-Hajj:54) ungkapan yang menakjubkan ini menunjukkan hakikat hubungan antara ilmu dan iman. Ilmu diikuti oleh iman secara langsung tanpa jeda, dan iman diikuti oleh gerakan hati yang tunduk dan khusyuk kepada Allah swt. Dan ada banyak ungkapan ayat-ayat yang membangkitkan pikiran kita dengan sebuah pertanyaan-pertanyaan, semisal tidakkah kalian memikirkan? Tidakkah kalian berfikir? Tidakkah kalian perhatikan? Tidakkah mereka memperhatikan? dan lain-lain yang dibahas dalam bab 1, kemudian di bab 2 membicarakan tentang Sains dan Al-Qur’an yang menjelaskan makna ayat kauniyah dan wacana Al-Qur’an tentang alam raya, hingga kesudahan alam (kiamat) sebagai contoh tentang teori nebula dan bigbeng yaitu ayat …dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dn bumi itu keduanya dahulu berpadu, lalu kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air itu kami jadikan segala sesuatu yang hidup dari air, mengapa mereka tidak beriman” (Al-Anbiya’:30), selanjutnya di bab 3 mengulas tentang hakikat waktu, langit yang mengandung hujan, matahari, bintang, warna dll, kemudian beliau menulis tentang bentuk dan gerak bumi hingga gejala angin, awan dan hujan dibahas tuntas-tas pada bab 4, dan tanda kebesaran Allah pada makhluk hidup ditelakkan dibab 5. asal mula penciptaan manusia, bagaimana proses pembuatanyya, baik yang melalui “kunfayakun” maupun turunannya yang merupakan hasil dari pertemuan sel sperma dan sel telur (ovum), ini dibahas sempurna pada bab 6.
Prof. Dr. Fuad Pasya dalam setiap membahas materinya selalu disandarkan dengan ayat-ayat Al-qur’an yang memang secara makna memiliki kaitan erat dengan kajian ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan. Ini menunjukkan betapa agungnya Al-Qur’an menunjukkan semua fakta ilmiah itu sekali secara langsung. Dan kita akan menemukan rahasia yang tersimpan dalam Al-Qur’an dengan bantuan membaca buku ini. Karena buku ini juga dilengkapi dengan catatan kaki yang cukup lengkap dalam menerangkan sumber dan landasannya dalam membantu karyanya.
Patut kiranya kita memberikan acungan jempol bagi penulis karena kepandaian dan kecerdasannya dalam memberikan pemahaman baru dalam memahami Al-Qur’an yang ada kaitannya dengan sains.
Dan patut pula kiranya kita untuk membaca buku yang satu ini demi meningkatkan pemahaman kita kepada kehidupan ini serta cocok digunakan sebagai referensi dalam penulisan karya ilmiah.
Simaklah satu ayat berikut…”mereka mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk memahami (ciptaan Allah), dan mereka mempunyai mata, tetapi tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang lalai”. (QS. Al-A’raf:179)

*  Peresensi adalah edukator

Tidak ada komentar:

Posting Komentar