|
S
|

emakin tinggi peradaban
manusia, maka semakin tinggi pula cara pandang dan berfikir dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Salah satunya adalah bagaimana manusia berfikir untuk
menemukan seluruh aspek kehidupan yang ada di dunia ini.
Islam
merupakan agama penyempurna dari berbagai agama yang diturunkan Sang Khalik
untuk hambanya, sebagai system yang rabbani dan komprehensif serta membawa
kebahagiaan umat manusia di dunia dan di akhirat. banyak memiliki keaneka
ragaman ilmu pengetahuan yang bisa dimanfaatkan oleh manusia dalam menjalankan
roda kehidupannya, baik yang bertalian dengan hubungan dengan penciptanya ( gharizatu
tadayun), hubungan semasa makhluk (kimah insaniyah/ gharizatu nau’) dan hubungan dengan lingkungannya. Dan telah
banyak dilakukan studi yang menyoroti sisi kemukjizatan Al-Qur’an, antara lain
dari segi sains yang pada era ilmu dan teknologi ini banyak mendapat perhatian
dari kalangan ilmuwan.
Bermula
dari kesempurnaan yang dikandung dalam Islam dan Al-qur’an sebagai pedomannya,
maka banyak bermunculan para peneliti, pemikir, dan bahkan pengkaji Islam
(Bidang Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya, Moral, Sains, Kesehatan, kepemimpinan,
membuat tafsir, pengklasifikasian ayat Al-qur’an menurut pokok bahasan yang
dilakukan oleh Mohtar Na’im dll. Perse ).
Buku
berjudul “Dimensi Sains Al-Qur’an menggali Ilmu dari Al-Qur’an” yang
diterbitkan Tiga Serangkai Solo berusaha menguak “tabir” kebuntuan pemahaman
tentang Al-Qur’an yang selama ini kita mungkin hanya membaca dan masih belum
mencapai memahami. Dengan beredarnya buku ini dirasa sangat cocok untuk
membangkitkan semangat keislaman dan semangat qur’ani bagi generasi Islam
sehingga di era global ini kita tidak memiliki pemahaman yang jauh dari Rabbani.
Buku
ini membahas mulai dari ilmu pengetahuan dan Iman yang merupakan pangkal pengesaan
makhluk kepada Sang Khalik, sebagai contoh seseorang yang melakukan penelitian
dibidang sains, khususnya tentang ilmu-ilmu kosmos, akan tetap sebagai peneliti
dan tidak meningkat menjadi ‘alim (orang yang berilmu), kecuali jika
tercapai apa yang difirmankan Allah, ….Dan agar orang-orang yang diberi ilmu
menyakini bahwa Al-Qur’an adalah dari Tuhanmu, lalu mereka beriman dan hati
mereka tunduk kepadanya. Sesungguhnya Allah memberi petunjuk orang-orang yang
beriman ke jalan yang lurus…(al-Hajj:54) ungkapan yang menakjubkan ini
menunjukkan hakikat hubungan antara ilmu dan iman. Ilmu diikuti oleh iman
secara langsung tanpa jeda, dan iman diikuti oleh gerakan hati yang tunduk dan
khusyuk kepada Allah swt. Dan ada banyak ungkapan ayat-ayat yang membangkitkan
pikiran kita dengan sebuah pertanyaan-pertanyaan, semisal tidakkah kalian
memikirkan? Tidakkah kalian berfikir? Tidakkah kalian perhatikan? Tidakkah
mereka memperhatikan? dan lain-lain yang dibahas dalam bab 1, kemudian di bab 2
membicarakan tentang Sains dan Al-Qur’an yang menjelaskan makna ayat kauniyah
dan wacana Al-Qur’an tentang alam raya, hingga kesudahan alam (kiamat) sebagai
contoh tentang teori nebula dan bigbeng yaitu ayat …dan apakah orang-orang
kafir tidak mengetahui bahwa langit dn bumi itu keduanya dahulu berpadu, lalu
kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air itu kami jadikan segala sesuatu yang
hidup dari air, mengapa mereka tidak beriman” (Al-Anbiya’:30), selanjutnya
di bab 3 mengulas tentang hakikat waktu, langit yang mengandung hujan,
matahari, bintang, warna dll, kemudian beliau menulis tentang bentuk dan gerak
bumi hingga gejala angin, awan dan hujan dibahas tuntas-tas pada bab 4, dan
tanda kebesaran Allah pada makhluk hidup ditelakkan dibab 5. asal mula
penciptaan manusia, bagaimana proses pembuatanyya, baik yang melalui “kunfayakun”
maupun turunannya yang merupakan hasil dari pertemuan sel sperma dan sel telur
(ovum), ini dibahas sempurna pada bab 6.
Prof.
Dr. Fuad Pasya dalam setiap membahas materinya selalu disandarkan dengan
ayat-ayat Al-qur’an yang memang secara makna memiliki kaitan erat dengan kajian
ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan. Ini menunjukkan betapa agungnya
Al-Qur’an menunjukkan semua fakta ilmiah itu sekali secara langsung. Dan kita
akan menemukan rahasia yang tersimpan dalam Al-Qur’an dengan bantuan membaca
buku ini. Karena buku ini juga dilengkapi dengan catatan kaki yang cukup
lengkap dalam menerangkan sumber dan landasannya dalam membantu karyanya.
Patut
kiranya kita memberikan acungan jempol bagi penulis karena kepandaian dan
kecerdasannya dalam memberikan pemahaman baru dalam memahami Al-Qur’an yang ada
kaitannya dengan sains.
Dan
patut pula kiranya kita untuk membaca buku yang satu ini demi meningkatkan pemahaman
kita kepada kehidupan ini serta cocok digunakan sebagai referensi dalam
penulisan karya ilmiah.
Simaklah
satu ayat berikut…”mereka mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk
memahami (ciptaan Allah), dan mereka mempunyai mata, tetapi tidak digunakan
untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga,
tetapi tidak digunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti
binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang lalai”.
(QS. Al-A’raf:179)
* Peresensi adalah edukator
Tidak ada komentar:
Posting Komentar